AYAM BANGKOK DENGAN PUKULAN YANG MEMATIKAN

AYAM BANGKOK DENGAN PUKULAN YANG MEMATIKAN

AYAM DENGAN PUKULAN YANG MEMATIKAN

Gaya bertarung setiap ayam biasanya memiliki ciri khas masing-masing. Ada ayam yang dapat memukul dengan keras, memukul dengan cepat, mengunci gerakan lawan dan masih banyak lagi teknik lainnya. Dari setiap teknik itu masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahannya. Dari setiap serangan itu umumnya mengarah kepada beberapa titik saja yaitu seperti Kepala dan Dada. Apa saja yang akan ditimbulkan jika pukulan yang mengarah ke kepala dan dada itu jika terkena langsung, mari kita simak pembahasan tentang ayam bangkok dengan tinju yang mematikan berikut ini :

Pukulan kepala adalah jenis pukulan ayam bangkok aduan yang lebih menyasar pada bagian kepala ayam lawan. Dengan teknik ini sering kali membuat pertandingan berjalan cepat. Kepala adalah bagian tubuh vital yang mengatur metabolisme tubuh. Jika terkena pukulan atau benturan keras pada bagian tersebut, ayam lawan bisa langsung KO dan terkapar. Berikut ini adalah jenis-jenis pukulan kepala beserta akibatnya untuk Anda ketahui.

  1. Pukulan ubun-ubun. Pukulan ubun-ubun adalah jenis pukulan yang menggunakan jalu tepat menyasar di tengah-tengah kepala. Meski pertandingan baru berjalan beberapa detik, bila pukulan tepat menjebol tengkorak, ayam lawan pasti langsung KO.
  2. Pukulan atik-atik. Teknik pukulan ini menggunakan kedua kaki untuk memukul tepat di bawah telinga. Pukulan ini dapay menganggu otak kecil yang mengontrol keseimbangan tubuh ayam lawan. Jika ayam lawan terkena pukulan ini, maka ia dipastikan akan sempoyongan atau kehilangan kesimbangan.
  3. Pukulan jiling. Pukulan ini menyasar tepat di bagian atas telingga. Dengan teknik seperti ini biasanya akan mempengaruhi pengelihatan lawannya, pasalnya adalah pukulan ini akan mengenai saraf yang mengarah ke bagian mata.
  4. Pukulan tengok. Pukulan tengok adalah jenis pukulan yang menyasar tepat kepala bagian bawah ayam lawan. Bagian tersebut adalah bagian utama pernapasan pada ayam, oleh karena itu jika pukulan pada bagian tengok terjadi, ayam lawan dipastikan akan mudah lelah dan ngos-ngosan selama menjalani perang tanding.
  5. Pukulan tengkukadalah pukulan di kepala bagian belakang. Ayam akan jatuh dan kepala tersungkur di bawah. Jika pukulan keras ini tepat mengenai sasaran, ayam lawan pasti akan KO.
  6. Pukulan mata. Seperti namanya, pukulan ini menyerang mata lawan. Pukulan mata dapat menyebabkan mata ayam lawan pecah atau terganggu penglihatannya. Ayam lawan akan berubah pola permainan cenderung berdiri mencari musuhnya.
  7. Pukulan paruhbiasanya bisa mematahkan paruh lawan. Pukulan ini juga dapat menyebabkan paruh lawan copot.

Serangan dan pukulan pada bagian kepala ayam adalah serangan yang paling fatal. Namun, selain serangan pada bagian ini, ada pula beberapa pukulan-pukulan lain yang akan membuat ayam lawan KO. Pukulan tersebut adalah pukulan pada bagian dada. Berikut ini jenis-jenis pukulan dada yang mungkin akan sering Anda temukan ketika melakukan gebrakan atau uji tanding pada ayam Anda lengkap dengan akibatnya.

  1. Pukulan pangkal sayap. Pukulan pangkal sayap akan membuat terganggunya kepakan sayap. Terganggunya kepakan sayap secara tidak langsung akan membuat intensitas dan kekuatan ayunan pukulan lawan berkurang. Serangan yang mengarah pada pangkal sayap yang terlalu sering diterima akan membuat sayap ayam lawan terkulai saat bertarung, badan menjadi agak membungkuk ke depan, dan sayap akan diangkat-angkat.
  2. Pukulan tulang iga. Pukulan tulang iga pada ayam akan mengakibatkan ayam lawan terduduk dan lemas. Pada kasus tertentu, karena jenis pukulan ini ayam lawan tidak bisa melanjutkan permainan lagi alias KO.

AYAM HITAM SUMATERA

AYAM HITAM SUMATERA

SEJARAH AYAM HITAM SUMATERA

Sejarah Black Sumatra dimulai dengan di impornya ayam ini pada April 1847 oleh J.A.C. Butters of Roxybury, MA. Dan impornya berlanjut oleh pihak lainnya pada kurun waktu 1850-1852. Pada tahun 1882 Black Sumatra mulai masuk negara Jerman. Di negara bangsa Bavaria ini Black Sumatra awalnya di kenal dengan nama Black Yokohama, merujuk kepada ayam Yokohama asal Jepang. Hal ini di karenakan kemiripannya dengan ayam Yokohama dan berwarna hitam. Walaupun tetap ada perbedaan antara Yokohama dan Black Sumatra, namun tetap pada awalnya mereka mengenalnya dengan sebutan demikian.

Pada tahun 1885, Nelson A. Wood dari Smithsonian Institute di Washington D.C., mulai melakukan pembiakan Black Sumatra. Dialah yang berjasa dalam perbaikan fenotipe dan reproduksi ayam Black Sumatra sehingga yang kita kenal dalam bentuk saat ini dengan bulunya yang indah mengalir. Karena bentuknya yang indah memanjang dengan warna hitam berkilap kehijauan dan ekor lebat dan jatuh, maka di Amerika ayam ini pernah di kenal sebagai juga dengan nama “Sumatra Pheasant” dan juga “Java Pheasant Game”.

Berbagai Pendapat Tentang Black Sumatra
Di Sumatra khususnya atau di Indonesia sendiri, Black Sumatra di yakini sudah punah. Ada beberapa kalangan berpendapat, BS yang kita kenal saat ini merupakan ayam yang disilang dengan pheasant jika merujuk kepada bentuk tubuhnya. Ada pula yang berpendapat bahwa Black Sumatra merupakan salah satu jenis ayam hutan.

Pendapat lainnya berkata bahwa BS merupakan persilangan beberapa jenis ayam ayam hutan di Indonesia dari Ayam Hutan Merah Sumatra, Ayam Hutan Hijau dan lainnya. Namun jelaslah semua itu hanyalah spekulasi yang berkembang tanpa catatan ilmiah yang mendukungnya. Terlepas dari semua itu Black Sumatra merupakan salah satu ayam yang menjadi rujukan keindahan dalam bentuk dan warna dengan tampilan tegak gagah dan anggun.

Perbedaan Black Sumatra saat ini
Pada awalnya, Black Sumatra di Amerika dan di Eropa (Jerman khususnya) memiliki perbedaan. Black Sumatra dari keturunan Amerika umumnya memiliki ekor yang lebih panjang dari Black Sumatra Eropa. Sedang Black Sumatra Eropa memiliki tampang yang lebih “gamefowl” daripada saudara mereka di Amerika. Berdasarkan hal ini, ada pendapat bahwa Black Sumatra Eropa merupakan Black Sumatra klasik yang masih mirip dengan nenek moyang mereka yang dibawa dahulu dari Pulau Sumatra.

Namun sepengalaman penulis berburu Black Sumatra, belum pernah menemukan ayam hitam dari sumatra dengan tampilan menyerupai BS dari Eropa. Walau beberapa orang mengaku memiliki “Black Sumatra Lokal” tetapi, sepanjang pengalaman penulis hal itu memeiliki perbedaan dari banyak hal diantaranya jengger, muka, taji, bentuk badan, warna muka, dll. Dan perbedaan ini kebanyakan luput dari perhatian awam.

Perkembangan Black Sumatra
Walau pada awalnya ayam ini di kenal sebagai ayam aduan, namun livestockconservancy mengatakan bahwa Black Sumatra sebenarnya bukanlah ayam yang cocok untuk aduan. Karena itu, untuk mendapatkan gaya tarung yang lebih baik, ayam ini di silang dengan jenis lainnya seperti Hyderbad, Rampur Boalia Black, atau Sinhalese.

Inilah Black Sumatra
Kelangkaan Black Sumatra diakibatkan dengan sedikitnya telur yang dihasilkan oleh indukan mereka juga dikarenakan digunakan sebagai ayam adu taji pada awalnya.
Sementara nilai estetika dan keunikan Black Sumatra yang sekaligus dapat digunakan untuk membedakannya dengan ayam lainnya, ini diantaranya :

  • Bentuk badan yang exotis dengan bahu lebar memanjang dan menyempit ke ekor menyerupai pheasant (ayam pegar).
  • Kepala kecil, tengkorak besar dengan pandangan cerdas dan garang seperti hewan liar.
  • Warna bulu hitam berkilau hijau (Black Sumatra)
  • Taji/Jalu ganda bahkan diantaranya memiliki sampai 7 taji pada tiap kakinya.
  • Perkembangan yang sulit.
  • Usia yang panjang (salah seorang penghobi mengaku pernah memeliharanya sampai berumur 13-14 tahun.